Harapan Baru, Kasus Positif Corona Menurun

Harapan Baru, Kasus Positif Corona Menurun

Harapan Baru, Kasus Positif Corona Menurun – Per Tanggal 2 mei 2020, ada berita baru dan harapan baru mengenai kasus pandemi coronavirus di Indonesia. Setidaknya telah ada 1,665 pasien yang dinyatakan telah sembuh, 831 pasien meninggal dan tercatat sudah mencapai 10,843 kasus positif yang terjadi di Indonesia per tanggal 2 mei juga.

Harapan Baru, Kasus Positif Corona Menurun

Kabar yang menggembirakan adalah ada 14 Provinsi dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia nihil kasus baru. Itu artinya di 14 provinsi ini tak ada penambahan kasus baru meskipun memang pasien positif masih di rawat di rumah sakit.

14 provinsi tersebut diantaranya :

  • Sumatera Selatan
  • Sulawesi Utara
  • Aceh
  • Bangka Belitung
  • Gorontalo
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sumatera Utara
  • Lampung
  • Jambi
  • Bengkulu
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Kepulauan Riau

Tapi setidaknya dengan adanya kabar ini, akan memberikan harapan serta semangat baru untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini Indonesia belum mengeluarkan perintah untuk lockdown dan lebih memilih untuk melakukan Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB) dan menambah cuti serta libur panjang bagi para pegawai dan juga anak sekolah.

Memang dalam keputusan yang dibuat oleh Pemerintah, tak sedikit juga masyarakat yang harus merasakan sakitnya terkena dampak PSBB ini. Seperti banyaknya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pastinya ada ribuan masyarakat produktif yang harus terkena dampakĀ  ini.

Selain itu pedagang atau penjual makanan keliling seperti bakso, sate, batagor dan masih banyak lagi juga harus berbesar hati untuk tidak berjualan dulu. Mungkin dari mereka juga harus mencari pekerjaan lain agar kebutuhan hidup sehari-hari dapat terpenuhi.

Sudah ada beberapa kota yang telah menerapkan sistem PSBB ini selain Jakarta, seperti Bandung, Surabaya, dan sebagainya.

Meskipun harus menerima resiko dan kerugian yang besar untuk negara, namun hal ini harus mereka terapkan sebagai pemerintah agar dapat menghentikan penularan dari manusia ke manusia sangat cepat. Diketahui virus ini menyerang sistem pernapasan dengan ciri-ciri awal batuk flu serta demam tinggi.

Selain menerapkan sistem PSBB, pemerintah juga memberlakukan larangan mudik dan tak hanya melarang namun juga memberikan sanksi tegas bagi pelanggar berupa kurungan penjara 1 tahun dan juga denda maksimal Rp.100.000.000.

Larangan ini mulai berlaku pada tanggal 24 april lalu dan dilakukan secara bertahap, kemudian tanggal 7 mei 2020 merupakan puncak larangan mudik hingga berakhir pada tanggal 2 juni 2020.

Untuk mendukung keputusan pemerintah ini, alat transportasi seperti angkutan umum baik darat, laut dan juga udara harus dihentikan sementara waktu. Namun seperti tak diindahkan, banyak masyarakat yang tetap nekat mudik dengan alasan karena sudah tak memiliki pekerjaan di Jakarta.

Akibatnya sudah ribuan kendaraan yang terpaksa di razia dan diminta untuk balik arah dan tak diizinkan lewat oleh pihak kepolisian yang berjaga di sekitar jalan tol atau titik rawan menjadi akses mudik.

Bahkan dari mereka yang berhasil lolos dari razia larangan mudik, ketika nanti sudah sampai di kampung halaman, akan dijemput oleh pihak berwajib dan petugas kesehatan untuk dilakukan karantina dulu selama 14 hari.

Hal ini guna mencegah para pemudik datang dengan membawa virus dan bisa menyebarkan ke titik lokasi baru sehingga virus ini menjadi susah dikendalikan penyebarannya. Namun pemerintah juga tak tinggal diam melihat rakyat menderita.

Beberapa bantuan pun telah disalurkan seperti pembagian sembako ke daerah-daerah yang telah terdampak virus corona, memberlakukan sistem gratis listrik bagi pengguna 45o volt dan 50% bagi pengguna 900 volt selama 3 bulan.

Selain itu juga ada bantuan kartu pra kerja yang akan diberikan setiap bulan, 600rb untuk para supir angkot dan masih banyak lagi Domino99.

Kabar baik ini membuat pemerintah semakin menyuarakan untuk terus berada dirumah demi menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari penularan virus covid-19 ini. Semoga hal baik ini terus berlanjut dan kita semua bisa kembali beraktifitas normal seperti biasa.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *